Sesungguhnya niat saja tidak cukup berguna jika tidak dibarengi dengan menyetel alarm. Saya bangun kesiangan padahal seharusnya saya berangkat lebih pagi untuk mengantri pendaftaran berobat dengan BPJS.

Firasat saya betul. Saya mendapat nomor 78 ketika papan monitor menunjukkan pasien nomor 15 yang sedang diproses pendaftarannya. Setelah hampir 2 jam, nomor antrian saya dipanggil.

Salah satu petugas di belakang meja pendaftaran itu bertanya ketika melihat saya membawa berkas pendaftaran.

Saya jawab, "Saya nomor 78."

Dia kembali bertanya lagi.

Saya jawab lagi, "Iya. Saya nomor 78."

Kali ini perempuan itu bertanya lagi dengan mata memandang saya.

"Nomor 78, mbak. Nomor 78."

"Iya, bapak nomor 78. Tapi bapak mau ke dokter spesialis apa?" Tanya perempuan itu dengan suara yang lebih jelas.

"Ke THT, mbak."

Sekarang saya sudah mengantri di poli THT berbaur dengan pasien lain yang mengantri di poli lain. Dokter belum datang. Para pasien mengobrol. Berisik sekali.